Filosofi Jawa tentang kepemimpinan
Posted by bayusejatiindonesia pada Juni 1, 2011
Filosofi kepemimpinan di Tanah Jawa telah dipraktekkan berabad-abad oleh para penguasa pulau Jawa. Para Raja dan penguasa yang memimpin masyarakat Jawa adalah manusia terpilih yang memiliki kesempurnaan Fisik, mental dan Spiritual mereka telah menguasai ajaran luhur para pendahulunya ( 3 hal yang tidak bisa di pisahkan) yaitu : Tuhan – Alam – Manusia…..Rasa Sejati – Bayu Sejati – Suksma Sejati……..Fisik – Mental – Spiritual. Para pemimpin Tanah Jawa mengambil filosofi kepemimpinannya dari Alam Semesta, diantaranya adalah sebagai berikut : SURYO -CONDRO -KARTIKO -ANGKOSO -DAHONO -MARUTO -SAMODRO -BANTOLO…8 unsur alam yng menyatu membentuk satu komunitas yang indah dan harmonis…
1. Suryo (matahari) : memancarkan sinar terang sebagai sumber kehidupan yng membuat semua mahkluk hidup dan berkembang. seorang pemimpin harus mampu menumbuh kembangkan daya hidup rakyatnya untuk membangun bangsa dan negara dengan memberikan bekal hidup lahir batin untuk berkarya.
2. Candra (bulan) : memancarkan sinarnya saat malam, cahayanya yang lembut mampu menumbuhkan semangat dan harapan-harapan indah. Seorang pemimpin harus mampu memberikan dorongan / motivasi untuk membangkitkan semangat rakyatnya baik suka / duka.
3. Kartika (bintang) : memancarkan sinar indah kemilau mempunyai tempat yang tepat di langit yang dapat dijadikan pedoman arah. seorang pemimpin harus menjadi teladan untuk berbuat baik / tidak ragu menjalankan keputusan kesepakatan atau tidak mudah terpengaruh ajakan yang menyesatkan.
4. Angkasa (langit) : Luas tak terbatas mampu menampung apa saja yang datang padanya. Seorang pemimpin harus memiliki keluasan dan pengendalian diri yang kuat hingga dengan sabar menampung pendapat rakyat yang bermacam-macam.
5. Dahana (api) : Membakar dan menghancurkan apa saja yang menyentuhnya. Seorang pemimpin harus berwibawa / berani menegakkan kebenaran dan keadilan selalu tegas dan tuntas tanpa pandang bulu.
6. Maruta (angin) : Selalu ada di mana-mana tanpa membedakan tempat dan selalu mengisi ruang kosong. Seorang pemimpin harus selalu dekat dengan rakyat tanpa membedakan status atau jabatan, mengetahui keadaan dan keinginan rakyatnya /aspirasi rakyat.
7. Samudera (lautan/air) : Betapapun luasnya permukaan tetap rata , sejuk menyegarkan. seorang pemimpin harus menempatkan orang pada derajat yang sama sehingga dapat berlaku adil dan bijaksana penuh kasih sayang terhadap rakyatnya.
8. Bantala / bumi (tanah) : Kuat / murah hati selalu memberikan hasil kepada siapapun yng mengolah dan memeliharanya dengan tekun. Seorang pemimpin harus berwatak sentosa teguh dan murah hati, suka beramal dan senantiasa berusaha untuk tidak mengecewakan rakyatnya.
Itulah 8 unsur alam terbesar yang dijadikan falsafah/ filosofi kepemimpinan Raja-raja dan para penguasa Tanah Jawa penyatuan 3 unsur potensi manusia yang melebur dalam energi Alam semesta….Jika 8 hal diatas dapat diamalkan para penguasa dengan baik niscaya kekuasaannya akan berjalan dengan baik sampai kekuasaan diserahkan pada generasi penerusnya dan sebaliknya jika tidak dapat menjalankan 8 hal diatas maka kekuasaannya tidak akan berlangsung lama…